Karena aku Wanita Mandiri


memintal benang karya karya. Aris Daeng

Foto karya Aris Daeng

Agustus, 2013.
“temenin ya……” pinta adikku
“Males ah, lagi banyak kerjaan nih!” tolakku sambil melanjutkan kembali aktivitas ngeblog yang sempat terganggu.
“Ayolah Bhro, masa sih nggak mau bantu Aku ngumpulin materi refrensi ?” pinta adikku lagi
Aku pura-pura tak mendengar
“Desa Tradisional Sade itu bener-bener unik loh, Aku yakin banyak bahan keren yang bisa ditulis di blog”
Seperti ada sengatan listrik yang melintas dan membuatku terdiam sejenak, “kok aku nggak kepikiran ya menulis artikel tentang Desa unik ini”
“Gimana….?” suara adikku yang cempreng memecahkan lamunanku
“Oke deh, tapi uang bensin ditanggung ya”
“Oke….!” jawabnya penuh semangat

*****
November, 2013
Berkunjung ke website www.djisamsoe.com tak pernah membuatku bosan. Entah sudah tak terhitung berapa banyak inspirasi yang kudapatkan dari setiap halamannya. Tapi satu yang pasti, setiap masuk ke halaman web yang di dominasi warna hitam ini tanganku pasti langsung memilih menu “PHOTOS”. Bangga sekali rasanya melihat potret Negara tercinta ini dari berbagai sudut.

Memandangi wajah Indonesia dari rangkaian Photo Dji Sam Soe Potret Mahakarya Indonesia selalu membuatku tercengang dan takjub
bagaimana tidak
Potret wajah Indonesia yang unik, menarik, khas dan sarat makna terlihat jelas disana.

Adalah “Memintal benang” karya Aris Daeng yang mampu membuatku mematung sejenak. Foto yang memperlihatkan aktivitas seorang wanita renta memintal kapas ini seakan membawaku kembali ke beberapa waktu yang lalu ke sebuah tempat yang begitu istimewa bernama Sade.


*****
Agustus, 2013.
Bukan otot yang terlihat dalam tangan mungil itu, melainkan hanya sekumpulan urat-urat yang terbalut oleh kulit tipis. Tapi entah datang darimana datangnya tenaga itu? tenaga untuk memutar roda kayu selama puluhan menit? tenaga untuk memintal kapas menjadi benang?
aku hanya terdiam melihatnya

“Mau beli songket nak….?” Tanya wanita paruh baya itu
“Ng… nanti dulu nek, sa saya mau liat-liat dulu” jawabku gelagapan
tersenyum ia mendengar jawabanku sambil tangannya terus memintal benang.

“Kenapa nggak Istirahat dulu aja nek, biar nanti cucunya yang melanjutkan” ujarku
“Oh cucu saya sedang berjualan” jawabnya
“ya ditunggu saja sampai dia selesai, nenek mending istirahat dulu”
lagi-lagi wanita paruh baya itu tersenyum mendengar ucapanku.

Nenek pemintal benang

“Side (dalam bahasa sasak berarti Anda) tau ndak kalau di Desa Sade ini anak gadis sudah diajari memintal benang dan menenun itu dari kecil” cerita sang nenek tiba-tiba
“wah …yang benar nek”
“iya, benar.karena menenun itu adalah ciri dari wanita suku sasak. selain itu bisa menenun adalah syarat utama wanita untuk boleh menikah” tambahnya
“Loh apa hubungannya menikah dengan bisa menenun?” tanyaku bingung

Ia berhenti memutar alat kayu itu sejenak, kemudian mengambil nafas panjang. Tampaknya jawaban pertanyaanku kali ini bobotnya lebih berat dari pertanyaan-pertanyaan sebelumnya.
“Menenun itu lambang kemandirian wanita sasak nak. Jika seorang wanita yang belum bisa mandiri menikah berarti ia hanya menjadi beban untuk suaminya.”
aku terdiam, berusaha untuk meresapi penjelasan wanita tua itu.

“Memang benar suami adalah tulang punggung keluarga, namun seorang istri tetap haruslah mandiri agar bisa membantu meringankan beban suaminya”
Aku mengangguk pelan mengerti, akhirnya terjawab sudah darimana datangnya semangat dan tenaga wanita tua ini.

Sungguh aku tak menyangka dari sebuah desa tradisional ini banyak sekali pelajaran berharga yang kudapat. Terimakasih untuk Sang Nenek pemintal benang, berkatmulah aku bisa mengerti apa makna mandiri.

susah duduk

ternyata menenun nggak gampang… (capek + pegel)

Advertisements

4 thoughts on “Karena aku Wanita Mandiri

      1. haha… jauh sih jauh. tapi kykx keren juga kalo ditulis tentang it. kyk etnic runway itu loh.. ane jg kagak pernah kesana..hehe. pengen ketempat2 unik dan etnic tapi gak pernah kesampean, huufh sediih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s