Pengalaman Donor Darah Pertamaku


komik PMI aplod Walaupun caranya tidak se ekstrim komik diatas, tapi kegiatan donor darahku yang pertama memang benar adalah hasil paksaan dari sahabatku.

Waktu itu aku benar–benar  pucat setengah mati.  
Alasannya sebenarnya sederhana, “Aku takut dengan Jarum Suntik”
Hehehe Jujur saja Sobat, dulu sewaktu SD aku pernah sampai setengah hari bersembunyi di WC  hanya untuk menghindari petugas Puskesmas yang datang menyuntik di kelasku.

Ketika berada ke PMI itupun sebenarnya sempat terbersit niat untuk kabur, namun entah kenapa hati kecilku saat itu tidak setuju. Alhasil akupun akhirnya sukses terbaring lemas di kursi donor PMI Kota Mataram.

“SUMPAH! BERBARING DI KURSI DONOR DARAH ITU SENSASINYA
 SAMA SEPERTI SAAT AKAN DISUNAT!”

Akupun menutup mata
 “Sebelumnya sudah pernah donor darah Mas….?” Tanya sebuah suara tiba-tiba
Aku terkejut, ketika membuka mata  dua orang petugas PMI sudah berada disampingku. Astaga, akibat terlalu sibuk dengan lamunan yang aneh-aneh Aku sampai tidak menyadari keberadaan mereka berdua.

“uhm i…Ini baru pertama kalinya  mbak” jawabku sedikit gemetar

Mereka tersenyum.
“wow… ini pasti nanti jadi pengalaman yang tak terlupakan mas”

Aku tersenyum kecut, “iya benar, hari ini pasti akan kuingat terus sebagai pengalaman paling menakutkan” pikirku dalam hati.

Sembari berbicara denganku petugas lainnya yang berada di sisi kiri mulai memasangkan alat seperti pengukur tensi darah ditanganku. Pelan namun pasti, tekanan di lengan kiriku semakin berat ketika alat itu dipompakan.
*Ketakutanku saat itu sudah mencapai level dewa

“Donor darah itu bisa membuat kita semakin sehat loh” ujar Petugas cantik PMI disebelah kananku.

“Hah….?! Sehat darimananya mbak…?” sahutku tak percaya.  “Bukankah dengan diambilnya darah maka otomatis tubuh kita akan menjadi lemas dan tak bertenaga?”

Ia tersenyum, “memang benar setelah diambil darah tubuh kita akan sedikit lemas, tapi tenang saja karena tak lama setelah itu tubuh Anda akan kembali bertenaga, bahkan lebih fit daripada yang sebelumnya”

“kok bisa….?” Tanyaku

“karena dengan keluarnya sebagian darah akan membuat jantung memproduksi lebih banyak sel darah merah baru yang tentunya lebih bersih dan sehat”

Saat itu Aku tak tahu apa alasannya, tapi ia sempat berhenti sejenak berbicara dan tersenyum melihatku. Setelah itu melanjutkan kembali penjelasannya
“kalau di ibaratkan donor darah itu mungkin seperti ‘ganti oli’ motor mas. Dengan mengganti oli bekas yang sudah kotor dengan oli baru yang bersih akan membuat kinerja motor semakin bertenaga”

Aku mengangguk mengerti, penjelasannya dari mbak cant.. eh petugas PMI ini sangat mudah dimengerti. Tapi masih ada satu hal yang masih mengganjal pikiranku.
“mbak, bukankah darah yang ada di PMI merupakan hasil sumbangan dari banyak orang. Lalu mengapa PMI malah menjualnya dengan harga mahal?”

sebenarnya memang gratis, hanya saja yang membuat mahal itu adalah proses yang dilakukan untuk mensterilkan darah tersebut. Tidak mungkin dong kami akan memberikan darah sembarangan tanpa ada pemeriksaan dahulu” jawabnya

“O……” Aku mengangguk paham

“oke mas, sekarang semua sudah selesai” ujar petugas PMI yang berada dibagian kiri tiba-tiba

“selesai…? Apanya….?” Tanyaku bingung
Betapa terkejutnya aku ketika petugas itu mengangkat sebuah kantong yang sudah terisi oleh darahku.

Ah… sekarang aku mengerti, ternyata selama aku berbincang tadi proses donor juga tengah berlangsung

“Ternyata Donor Darah itu Menyenangkan”

Advertisements

3 thoughts on “Pengalaman Donor Darah Pertamaku

  1. Sekali donor darah, pasti bakal ketagihan buat donor lagi. Awal-awal saya juga takut. Takut sakit, takut jadi pusing, takut lemes, takut lemes, macem-macem takut lah.
    Dan emang pas SD saya juga susah banget buat disuntik pas imunisasi, sampe dipegangin sama 3 orang dulu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s