Topeng Hallowen


1

“Mereka mengesalkan……!”
Itulah kalimat yang terus menerus di ucapkan Mandy di sepanjang perjalanan pulang. Mandy kesal  dengan teman – temannya yang seenaknya  membuat peraturan baru tentang pesta Hallowen sekolah.
 “Nanti malam  Semua harus datang ke sekolah menggunakan Topeng!!” teriak Andrew sang ketua kelas. “dan perlu diketahui, Bagi mereka yang hadir  tanpa topeng maka ia harus DIHUKUM!” tambahnya lagi
“SETUJU…..!” Jawab anak-anak yang lain kompak, mereka kemudian tersenyum sinis ke arah Mandy

Topeng Hallowen memang bukanlah barang langka di zaman ini, namun bagi Mandy yang berasal dari keluarga petani topeng Hallowen itu merupakan barang yang sangat berharga, karena harga 1 topeng itu nilainya sama dengan sekarung besar beras. Sungguh keterlaluan sekali rasanya jika Mandy meminta Ayahnya untuk membelikannya sebuah topeng, sedang saat ini untuk makan saja keluarganya sangat kesulitan.

Salah satu kebiasaan buruk Mandy saat kesal adalah menghabiskan waktu dalam perjalanan, karena ia percaya akan menemukan solusi dari masalahnya sebelum sampai kerumah. Kali ini pun begitu  Mandy terus saja menggerutu sampai tidak sadar kalau jalan yang dilewatinya kini telah berada jauh dari jalan utama.

Dikelilingi oleh hutan dan tanpa seorangpun manusia membuat Kawasan itu terlihat menakutkan, Mandy pun sebenarnya sudah akan beranjak pulang namun di langkahnya terhenti ketika melihat sebuah bangunan dibalik pepohonan. Mandy tertarik dan pergi ketempat itu.

“Astaga……, bangunan ini ternyata adalah tempat ibadah….”
Mandy bingung, mengapa ditempat terpencil dan jauh dari keramaian seperti ini  ada sebuah tempat ibadah. “apakah mungkin di sekitar sini banyak penduduk….?” Pikirnya .
Walau masih diliputi kebingungan Mandy tetap memberanikan diri untuk terus masuk kedalam, ada yang berbeda antara tempat ini dengan tempat ibadah yang biasanya ia datangi. Selain lebih banyak di dominasi oleh warna hitam, hiasan-hiasan dinding tempat ini juga banyak dipenuhi oleh topeng Monster….
“tunggu….!”
Mulut Mandy ternganga, ia baru sadar kalau apa yang Ia cari –cari dan butuhkan ada di tempat ini. Tanpa pikir panjang lagi segera Ia ambil topeng berwarna hijau yang berada di altar dan berlari pergi.
“Hahaha….. Akhirnya aku bisa ikut pesta Hallowen” ujarnya gembira.

2

-[][]-

Malam perayaan Hallowen sebenarnya tidak wajib untuk di hadiri oleh siswa, namun karena acara ini sudah menjadi trend di kalangan anak muda rasanya sangat sayang untuk di lewatkan. Itulah yang membuat Mandy gelisah sebelumnya.

Sekarang dengan topeng Hallowen super seram ditangan ia bersiap untuk memberi kejutan pada mereka yang menganggapnya sebelah mata. Bergegas Ia mencari teman-teman sekelasnya.
“Ketemu……!”
Rombongan siswa kelas XI yang merupakan teman sekelas Mandy rupanya sedang berkumpul diruang Aula sekolah.
“Hehehe sekarang akan kutakut-takuti mereka”
Perlahan dikenakannya topeng Hijau itu, awalnya tak ada yang aneh. Namun entah mengapa ketika berada sejajar dengan wajah topeng itu tiba-tiba menarik Mandy
“Blusssh…..!” tiba -tiba semua gelap.

Agak berat memang, tapi perlahan Mandy berhasil membuka matanya.
“Ah sial… lagi-lagi aku pingsan karena telat makan” keluh Mandy.
Pandangannya langsung tertuju pada Aula, Ah… Bagus mereka semua masih disana. kemudian diusapnya  wajahnya, “Ah… bagus aku masih memakai topeng itu, sekarang Saatnya pembalasan”
Mandy pun keluar dari persembunyiannya dan segera menuju gedung aula  tempat dimana teman-temannya berkumpul.

“ROOAR……!!!!” Mandy berteriak mengagetkan mereka
Berhasil…., Dalam sekejap ruang aula yang tadinya penuh suara tawa itu berubah menjadi suara ketakutan. Jangankan siswa perempuan para siswa laki-laki pun tak kalah histeris berteriak ketakutan.
“hahaha…….!” Dari dalam topeng mandy tertawa puas. “Aku berhasil….!!! Aku berhasil…..!”

Andrew, ketua kelas XI yang sering jahil pada Mandy sekarang berada tepat di depannya, merangkak ketakutan.
“Hahaha.. Andrew…., sebegitu seramnya kah topengku ini sampai kamu bertingkah seperti itu….?” tanya Mandy,  ia masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.

3

“Pergi…! Pergi Kau Monster….!” Teriak Andrew
“Monster…?”
“Pergi Kau…! Pergi Kau Monster!!! …..” Teriak Andrew terus…
“Monster…? Siapa yang monster….?” Mandy bingung  “Hei.. Andrew.. ini aku… Mandy….aku tema”
Belum selesai mengucapkan kalimatnya tangannya tiba-tiba bergerak sendiri menggenggam kepala Andrew
“Crassh……!” dalam sekejap kepala itu telah terpisah dengan tubuhnya

“KYAAA………………..!!!!!!” Suara teriakan semakin menggema dalam Aula
“Waaa…………?!” Mandy histeris “A…apa yang terjadi…..?” Ia masih belum mengerti situasi
“Monster……!!”
“Monster……!!!”
Mandy semakin panik, ia benar-benar bingung dengan apa yang sedang terjadi. Namun malang bagi Mandy, sekalipun pikirannya bingung tubuhnya tetap bergerak sendiri. Kali ini dengan kecepatan luar biasa tubuhnya bergerak kearah ke sekumpulan siswa perempuan.
“Crash……….! Crassh………! Crassh…….!” Kejadian seperti yang dialami Andrew terulang kembali
“Kyaaa……!!! Hentikan…….!!!” Teriak Mandy….
Tiba-tiba semuanya menjadi gelap

—-[][]—-

Mandy tersentak kaget, keringat membanjiri tubuhnya. Nafasnya tersengal-sengal. Perlahan diamati tempatnya berada sekarang.
“Ah….. ini kamarku……..” ujarnya lega. “ternyata tadi itu Cuma mimpi”
Lega karena hal buruk yang dialaminya tadi Cuma mimpi membuatnya ingin minum, segera Mandy beranjak dari tempat tidurnya. tapi belum sepenuhnya berdiri, kakinya sepertinya menyentuh sesuatu,

Mandy mengernyitkan dahi,
Ia tak mengenali benda. Walau bingung ia memberanikan diri  menyentuhnya dan
“KYAAA………………!!!!”
Itu kepala Andrew

Advertisements

4 thoughts on “Topeng Hallowen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s