Uniknya Sade, Desa Tradisional Suku Sasak


for sade
Sade,
Adalah Sebuah Desa mungil yang terletak di Kabupaten Lombok Tengah. Letaknya yang tidak terlalu jauh dari Bandara Internasional Lombok atau masih dalam wilayah kota membuat orang bertanya-tanya “Apa sih keunikan dari Desa ini…?”

Hehehe….
Sade mungkin bukan seperti desa-desa di daerah lain yang letaknya jauh di pedalaman,
Sade juga bukanlah sebuah Desa dimana penduduknya memiliki perilaku atau kebiasaan Aneh
Lalu apakah yang menarik dari Desa Sade itu….?
Jawabnya, adalah kesederhanaan hidup masyarakatnya

Desa Sade Rambitan dikenal unik karena penduduknya masih menjaga Tradisi Adat Suku Sasak yang sarat dengan balutan budaya serta kearifan lokal  

Tradisional, mungkin itu kata yang paling pas untuk menggambarkan cara hidup penduduk desa ini, sekalipun saat ini sudah ada beberapa budaya modern masuk namun tetap sebagian besar hidup mereka berdasarkan tata cara tradisional.

Rumah Adat
Bangunan yang menjadi pusat berbagai kegiatan penduduk Sade, ada 3 macam jenis rumah adat yang ada di Desa ini yaitu Bale Tani, Bale Lumbung dan Bale Kodong. Masing-masing rumah tersebut memiliki fungsi yang berbeda.  Oh iya Sobat, ‘Bale’ sendiri dalam bahasa sasak (Lombok) berarti Rumah.

Bale Tani
Pintu rumah ini hanya satu dan tingginya seukuran 1,5 meter saja sehingga untuk Sobat yang cukup tinggi  harus sedikit menundukkan kepala agar dapat keluar masuk tanpa terbentur.
Dibangunnya rumah dengan satu pintu itu disengaja agar intensitas pertemuan antar penghuni lebih banyak, sehingga tingkat keakraban diantara merekan akan makin tinggi pula.

Sedangkan filosofi dari rendahnya ukuran pintu itu dimaksudkan agar tamu atau siapapun yang berkunjung kerumah itu akan menghormati si pemilik rumah. Hal itu ditunjukkan dengan menundukkan kepala itu.

BT 2
Sebagian besar rumah di Desa Sade adalah rumah tipe Bale Tani,
Umumnya Bale tani terdiri dari  3 ruangan, Di bagian lantai pertama biasanya diisi oleh sebuah tempat tidur dan sebuah lemari untuk menyimpan pakaian serta barang-barang. Lantai pertama ini juga biasa dijadikan sebagai ruang tamu.

Untuk sampai ke ruang kedua Sahabat harus melalui 3 anak tangga yang melambangkan 3 tahap kehidupan manusia yaitu Lahir, Berkembang dan Mati.

Di lantai dua inilah dapur berada, namun Uniknya sekalipun ruangan tersebut digunakan untuk tempat memasak tapi  tidak terdapat jendela. “wow……
BT 1
Sekedar  Informasi:
Dahulu rumah dibangun tidak menggunakan semen atau bahan bangunan yang lain, tetapi  hanya menggunakan tanah liat yang dicampur dengan sekam padi. sedangkan untuk dinding menggunakan anyaman rotan dan untuk atapnya dibuat dari alang-alang atau rumput gajah.
Untuk pembangunan sekarang, memang sudah menggunakan semen namun tetap nantinya campurannya dikombinasikan dengan tanah liat.

Bale Lumbung
Sebagaimana artinya “Rumah Lumbung” tempat ini dijadikan gudang bagi warga Sade untuk menyimpan hasil bumi mereka. Satu lumbung biasanya dipergunakan oleh 5 kepala keluarga. Untuk menghindari banjir serta hama tikus, itu adalah alasan kenapa posisi lumbungnya dibagian atas.

Bl 1
Salah satu kearifan lokal yang dapat ditemui dalam arsitektur bangunan ini adalah terdapatnya piringan kecil dari kayu disetiap tiangnya.
Tujuannya?
Piringan sengaja dibuat untuk menghalagi tikus agar tidak dapat masuk kedalam lumbung.  Jenius….!

bl 2

Bale kodong
Sst…. rumah adat yang satu ini adalah bukti kalau masyarakat  Sade itu  ternyata orang-orang yang romantis banget Loh Sahabat  🙂

Sebagaimana umumnya para pengantin baru itu kan biasanya belum punya rumah sendiri, nah paham akan hal itu di Sade ada sebuah rumah yang khusus dibuat untuk Para pengantin baru, “Bale kodong” namanya.

Hehehe tapi walau begitu janganlah Sobat membayangkan bentuknya seperti villa atau apa, karena  jika begitu Sobat akan kecewa setengah mati. Bentuk Bale Kodong sangat jauh dari yang dibayangan, nggak percaya? Coba cek deh gambar dibawah untuk melihat penampakannya

bk1

Keren kan ? Nah nanti setelah pasangan baru sudah memiliki rumah barulah mereka bisa meninggalkan romantic room ini. Selain pengantin baru Bale Kodong ini juga diperuntukkan untuk kalangan lanjut usia.

Beberapa keunikan Kehidupan Desa Sade
Pernikahan
Umur 17 tahun di Sade adalah umur yang sudah layak untuk menikah, karena itu Sobat akan dianggap “nggak keren” jika belum menikah melebihi umur 17.

Proses menikah di desa ini adalah yang paling unik. Sobat tidak akan menemukan istilah lamaran disini, karena untuk mendapatkan si gadis pujaan maka sang pria harus berani menculik si gadis dari kediamannya.

Loh… itukan namanya kejahatan….?
Ditempat lain mungkin iya, tapi di desa Sade itu bukan kejahatan
Kenapa…?
Karena mungkin sebelumnya sudah ada perjanjian antara si pria dan wanita, logikanya jika salah satu pihak tidak suka bisa saja si wanita akan berteriak atau melawan saat diculik, namun selama tidak ada hal seperti itu maka bisa dipastikan pernikahan sudah didepan mata.
Orang tua Gadis memiliki hak untuk membatalkan pernikahan jika mereka tidak suka, tapi selama ini tidak pernah ditemukan hal seperti itu.

Sekedar Informasi:
Menikah dalam bahasa Sasak Lombok adalah “Merariq”. Arti kata merariq sendiri adalah “Melarikan”

The Power Of Pup Kerbau
Konon katanya sebagian besar rumah di Sade dibangun menggunakan kotoran kerbau yang dicampur dengan tanah liat. Wew………
Yang serunya lagi fungsi kotoran kerbau ini ternyata tidak hanya digunakan pada saat pembangunan saja. Kotoran Kerbau di Sade malah difungsikan sebagai zat pengepel lantai

Apa……? Pup kerbau untuk mengepel….?
Yups benar, adapun Pup Kerbau yang digunakan adalah yang masih fresh (baca: baru diproduksi) wkwwkwkw
Bau dong….?
Pastinya, tapi menurut mereka yang sudah melakukan, baunya hanya beberapa jam saja, setelah itu tidak ada lagi. Hebatnya berkat Pup Kerbau itu lantai dirumah warga menjadi bersih dan mengkilat. Tak hanya itu, warga juga membuktikan jika rumah yangyang dipel menggunakan ramuan unik itu akan terbebas dari nyamuk. Wow………..  
tai
Hihihi… sebenarnya masih ada lagi keunikan lain dari Desa ini, tapi biarlah nanti Sobat temukan sendiri saat berkunjung ke Sade agar sensasinya lebih menarik hihihi.

Advertisements

3 thoughts on “Uniknya Sade, Desa Tradisional Suku Sasak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s