Macet I miss You


namanya macet aplod

Kita baru saja merayakan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 70 tahun, dimana euphoria menyambut hari sakral ini terdengar dari seluruh penjuru negeri, tapi benarkah selama ini kita telah sepenuhnya merasakan kebebasan?

Saya rasa masih belum, buktinya hampir setiap hari ribuan orang masih terbelenggu dalam penjara yang bernama ‘Macet’.

Jika kita melihat kebelakang, macet ini ternyata telah lama menguasai jalanan di ibukota Indonesia, jadi wajar saja bila tak mudah untuk menyingkirkannya.

Meminimalisir kendaraan pribadi & memaksimalkan kendaraan umum mungkin adalah Solusi yang terdengar tepat, tapi sayangnya fakta yang ada di lapangan berbeda. Angkutan umum di Indonesia masih belum cukup mumpuni untuk mencuri hati para calon penumpangnya.

Lalu apakah kita harus menyerah?

The Show Must Go On, walau belum sempurna tapi jika dilakukan dengan penuh semangat & komitmen kelak pasti akan memberikan hasil positif. Disinilah kita mengharapkan bantuan penuh dari Polantas sebagai lembaga yang paling berwenang di jalan raya untuk mengawal proses ini. Bagaimana caranya?

  1. Polantas memberikan pengawasan ekstra kepada angkutan umum untuk mencegah kejahatan didalamnya.
  2. Polantas memberikan perlakuan khusus kepada angkutan umum, misalnya dengan memberikan prioritas jalan lebih dahulu daripada kendaraan pribadi. Intinya Kendaraan umum lebih spesial dari kendaraan pribadi.
  3. Memberikan Sosialisasi untuk menanamkan mindset kepada generasi muda tentang kebanggan menggunakan kendaraan umum.
  4. Bekerja sama dengan pihak berwenang lain untuk memberikan fasilitas lebih pada kendaraan umum, seperti adanya jalur atau pintu tol khusus.

Semua ide dan harapan ini tentunya tidak akan berarti jika kita sebagai masyarakat tidak mendukungnya. Karena itu mari ciptakan kebiasaan baru untuk membuat jalanan ibukota lebih nyaman.

Akhir kata, semoga di masa depan akan tiba masa dimana generasi kita tidak tahu & penasaran akan macet, sehingga mereka akan sering berkata “Macet I Miss You”

 

 

 

 

Advertisements

17 thoughts on “Macet I miss You

  1. riando rizky

    wah bener banget tuh Gan, kalau saja angkutan umum di Indonesia sudah mumpuni Ane yakin sebagian besar orang pasti akan beralih kesana.

    semoga kita bisa mengikuti jejak negara2 yang sukses mengoptimalkan angkutan umumnya, Amin
    “Hidup Indonesia!”

  2. not nia

    sebenernya bukan cuma polisi yang harus ikut serta, pihak-pihak yang mengurusi perizinan kendaraan bermotor juga setidaknya harus bertindak. gimana nggak macet kalau tiap hari ada ratusan kendraan motor keluar dari dealer.
    capee deh…

    1. iya sih, sekarang kita sudah bisa sedikit memperlancar arus di jalanan. tapi dengan pertambahan kendaraan baru yang jumlahnya ratusan setiap hari dan kemungkinan pelebaran jalan yang sulit, rasanya kemacetan akan semakin sulit dihilangkan.

    1. mau gimana lagi Sob, faktanya emang seperti itu 😀
      lihat saja dari dekade yang lalu masalah jalanan ibukota kita masih sama. semoga generasi kita dimasa depan bisa menikmati kenyamanan di jalanan tanpa macet. amin

  3. fauzan hadi

    entah kenapa, kalo Ane lebih condong ke mental kita aja. sebab membeli kendaraan pribadi itu juga kadang lahir dari rasa gengsi untuk naik kendaraan umum.

    itu…..

    1. bener juga sih, tapi walau begitu menurut saya merekea nggak sepenuhnya salah. sebab kualitas angkutan umum kita sekarang memang masih belum terlalu baik.

      karena itu saya berharap semoga kedepan akan muncul angkutan umum yangmembuat orang berlomba-lomba ingin memakainya. amin

    1. iya nih, kemarin ane ngintin ke tetangga transportasi umumnya keren bukan main. udah bersih tepat waktu pula. punya kendaraan pribadi jadi nggak terlalu penting 😀
      smoga kita cepat bisa seperti itu, amin

  4. aidarrahma

    good artikel.
    tapi perlu diingat juga, kita sebagai masyarakat jgan cuma bisa mengkritik doang. ayo dong kita juga proaktif. mulai sekarang ayo beralih ke transportasi umum dan tinggalkann kendaraan pribadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s