Visi 2025 : Brand Lokal Indonesia Mengubah Dunia #SmescoNV


komik 1 aplod

Tahun 2025 : Final!

Siapa sangka dampak dari larisnya produk Usaha Kecil Menengah atau yang biasa disebut UKM Indonesia di seluruh penjuru dunia malah membuat para pemiliknya menjadi pusing 7 keliling.

Pasalnya jumlah tenaga kerja yang dimiliki oleh UKM – UKM di Negara berlambang burung Garuda saat ini selalu saja tidak bisa mengimbangi permintaan pasar dunia. Padahal jumlah Tenaga kerja Asing (baca : TKA) yang didatangkan selalu bertambah setiap tahunnya.

“YeAh… akhirnya Indonesia tahu bagaimana rasanya kekurangan tenaga kerja 😀 .”

Banyak Negara yang tak percaya jika pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa meningkat sepesat ini dalam beberapa tahun saja, apalagi sebagian besar kemajuan itu disumbangkan oleh UKM.

Semenjak hasil Produk UKM Indonesia semakin dicintai oleh masyarakat lokal dan Sukses mencuri perhatian dunia, Roda takdir seakan berputar terbalik 180 derajat untuk Negara yang sebagian besar wilayahnya lautan ini.

Jika 10 tahun lalu Indonesia masih dikenal sebagai “Negara Pengekspor Tenaga Kerja” maka saat ini Indonesia adalah “Pengimpor Tenaga Kerja Asing Terbanyak” dan menjadi tujuan favorit bekerja bagi masyarakat dunia.

alien mesen aplod

Perubahan positif tersebut akhirnya menjadikan Indonesia sebagai salah satu Negara terkaya dan terkreatif di dunia.

Lalu sebenarnya apa saja yang telah dilakukan Oleh Indonesia hingga akhirnya bisa mencapai posisi tertinggi saat ini?

Kita harus kembali sejenak ke masa lalu untuk mengetahuinya.

 Tahun 2015 : Pasar Bebas

Tahun ini adalah masa – masa transisi dimana pasar Global / bebas ASEAN mulai mengintip Indonesia.

Kalau diibaratkan dalam kehidupan sehari-hari, si Pasar Global ASEAN ini adalah tamu yang sudah berada di ambang pintu. Hanya tinggal menunggu waktu saja untuk dapat masuk kedalam rumah kita.

Lalu apa sih dampak dari Pasar Bebas ini?

Banyak sekali yang bisa ditimbulkannya Sobat, tapi sebelum sampai kesana mari kita pahami dulu Definisi dari Pasar Global ini.

Sebagaimana namanya, Perdagangan Bebas ASEAN adalah saat dimana negara-negara di Asean (Malaysia, Singapura, Kamboja, Thailand,dan Vietnam memiliki kebebasan untuk menjual produknya secara langsung ke negara Indonesia.

Nah.. bukankah dari pengertian ini kita sudah bisa melihat sedikit gambaran mengenai dampaknya.

Jika pengusaha di Indonesia tidak mempersiapkan diri dengan baik maka bisa dipastikan akan semakin banyak UKM yang akan gulung tikar akibat kalah dari persaingan global yang terjadi.

Parahnya lagi, dampak dari pasar bebas ini tidak akan berhenti sampai disana. Dengan semakin banyaknya produk luar yang dikonsumsi masyarakat Indonesia maka akan semakin banyak pula uang kita yang terbang masuk ke kantong Negara Asing. Hal ini tentu membuat perputaran uang dalam negeri menjadi tidak seimbang.

Simpelnya jumlah belanja lebih besar dari pemasukan.

Hasilnya….?!

Bisa dipastikan krisis ekonomi akan melanda kembali negeri ini.

Beruntung Pemerintah telah mempersiapkan ‘Senjata’ untuk menghadang laju Si pasar Global.

SMESCO itulah namanya.

Small and Medium Enterprises and Cooperatives adalah singkatan dari Smesco, Atau Kalau di artikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM).”

Hayo ngaku, Pasti sebelumnya Sobat nggak menyangka artinya seperti itu kan 😀 😀 😀

Salah satu misi yang di emban SMESCO adalah memfasilitasi mitra usaha untuk menghasilkan produk-produk unggulan kelas dunia yang berkualitas tinggi dan mempromosikan Indonesia kepada mitra usaha lokal maupun internasional.

Tahun 2015 : Langkah Nyata SMESCO

PR besar dengan tenggat waktu mepet membuat SMESCO harus bergerak cepat.

Lahirnya UKM Gallery di Gedung SME Tower di Jl. Gatot Subroto Jakarta adalah salah satu bukti kerja SMESCO. Terdapat lebih dari 500 UKM dari hampir seluruh daerah di Indonesia, 19 provinsi dan 124 jenis produk (akan terus bertambah) yang dapat di temukan di UKM Gallery.

Dengan penyajian yang Elegan, Rapi Sekaligus Anggun. UKM Gallery benar-benar bersemangat untuk membantu meningkatkan daya saing produk agar nantinya memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Perjuangan dan Promosi untuk membuat Brand Lokal Lebih Keren terus dikembangkan dengan berbagai cara. Mulai dari penyelenggaraan Pameran, Seminar hingga lomba telah dilakukan.

Namun ternyata hasilnya belum maksimal.

Tahun 2015 : Fakta Sebenarnya

Menurut saya, Ada 3 point yang membuat suatu produk ingin dibeli atau tidak.

Kualitas, Promosi dan Gengsi

Kualitas, Untuk point ini kualitas produk Lokal sudah tidak perlu diragukan lagi, karena sudah ada lembaga yang mengawasinya.

Promosi, selama ini memang sudah seringkali dilakukan, namun sayangnya belum tepat mengenai sasaran.

maksudnya…..?

jawabannya berhubungan dengan point ke tiga.

brand luar katanya aplod

Gengsi, Sobat boleh percaya atau tidak, tapi ini adalah point yang paling banyak mempengaruhi keinginan beli masyarakat kita.

Kira-kira seperti ini perumpamaannya.

Banyak orang tahu kalau kualitas sepatu Brand Lokal itu bagus dan modelnya beraneka ragam. Namun kenyataanya lebih banyak dari mereka yang lebih memilih sepatu merk luar karena lebih terkesan keren.

Untuk memberikan pengetahuan pada masyarakat Berbagai promosi dan iklan tentang kelebihan produk lokal telah acapkali ditayangkan. Namun kenyataannya tetap saja produk luar yang lebih masyarakat perhatikan.

Alasannya klise “ karena banyak artis atau orang terkenal yang memakai brand itu.”

Gengsi kadang bisa menutupi realitas, sehingga sekalipun produk luar yang dibeli memiliki kualitas dibawah brand lokal masyarakat tidak mau ambil pusing.

Promosi yang gencar pun bisa menjadi percuma manakala tidak mampu menyentuh target yang dimaksud.

Nah dari sini bisa dilihat kalau perlu ada strategi baru untuk menanamkan mindset kepada orang-orang kalau memakai “Local Brand Lebih Keren” dan membanggakan.

Tahun 2015 : Awal Kebangkitan

Semakin marak dan menjamurnya nya Sosial media tidak boleh di abaikan, mengingat saat ini jejaring Sosial telah menjadi rumah kedua tempat berkumpulnya orang-orang di dunia maya.

Belum lagi harga perangkat multimedia dan akses internet yang semakin terjangkau membuat promosi di dunia maya menjadi wajib hukumnya.

Itulah yang SMESCO akhirnya coba lakukan.

Mengadakan berbagai perlombaan online yang mempu menarik minat lintas generasi menjadi konsentrasinya.

Mulai dari Lomba foto, lomba tweet hingga ( yang kelak menjadi pijakan sukses UKM) lomba menulis blog telah sukses dilakukan.

Jika dari lomba fotografi dan lomba tweet SMESCO bisa mempromosikan secara visual berbagai produk UKM nya, maka lewat kontes menulis blog inilah SMESCO bisa memuaskan keingintahuan masyarakat dunia maya tentang Kehebatan Brand Lokal secara lebih mendetail dan menarik.

Menjadi juara pertama dan mendapatkan hadiah laptop baru dari lomba blog #SmescoNV membuat peserta yang menulis artikel klik disini bersemangat untuk lebih sering membuat komik strip bertemakan “Lokal Brand Lebih Keren”

Pelan tapi pasti, berkat komik itu semakin banyak orang di dunia maya yang mulai mengenal dan tertarik untuk mencoba produk Lokal. Hingga dari yang tadinya berniat hanya untuk mencoba-coba akhirnya malah jadi jatuh cinta.

Nah Itulah asal mula kehebatan produk Lokal mulai dikenal dunia. 😀 😀

traveling SMESCOOO

epilog :

Sebenarnya tidak perlu berpikir jauh-jauh tentang bagaimana cara menjadikan brand lokal raja di negeri sendiri. Simple saja, mulailah dari kita sendiri, keluarga dan lingkungan.

Tak perlu meminta atau memaksa mereka untuk membeli, cukup tunjukkan saja betapa bangganya dan kerennya Sobat ketika mengenakan produk lokal.

Mudah bukan ?!

sumber foto & gambar :
kreativitas pribadi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s