PMI & Jimat Tampil Keren


1

“Fiuh….!”
Boy menghela nafas panjang pertanda kesal. Ia masih tak habis pikir, kenapa sih teman-temannya lebih membanggakan Diko yang juara 2 ? padahal jelas–jelas kalau yang menjadi juara 1 itu kan Boy.

“Ini pasti Ada yang nggak bener, Diko pasti menggunakan trik tertentu untuk mendapatkan perhatian semua orang” begitu pikirnya.
“Pokoknya mulai Besok semua tingkah lakunya bakal Ane amati”

2

Persaingan Boy dan Diko untuk menjadi juara 1 kelas tak ada habisnya. Di mulai dari perjumpaan pertama mereka di kelas 1 SMP dan berlanjut hingga sekarang kelas 3 SMA, titel penghargaan tertinggi untuk siswa itu memang selalu berputar diantara mereka berdua saja.

Jika dilihat dari pencapaiannya Boy lebih unggul dari Diko.
Namun… entah mengapa sepertinya orang-orang lebih sering memuji bahkan memberikan penghargaan kepada Diko.

Inilah yang membuat Boy bingung.

……………………..[]……………………..

Sudah lebih sepekan sejak Boy memulai pengamatannya.
Namun sampai memasuki hari ke 8 tak ada satupun hal mencurigakan yang ia temukan dari Diko. Akhirnya karena frustasi dan kesal, Boy akhirnya nekat untuk menanyakan langsung.

“eh Diko, ngaku deh.. Selama ini Ente pakai jimat ya?”
“hah… jimat…?” Diko Bingung.
“iya..! jimat pengasihan, jimat yang bisa buat perhatian orang tertuju sama Ente!”
“loh.. emang ada buktinya……….?”
“buktinya kan sudah jelas. Lihat aja lingkungan sekolah kita, semua murid dan guru perhatiannya seperti sudah tersihir ke Ente aja”

Mendengar itu Diko tertawa lebar
“hahaha…. Oh itu, hahaha iya kamu bener aku memang pakai jimat”
“Nah… kan bener apa yang Ane duga”
“harganya 50 ribu loh, kebetulan nih sekarang aku mau beli” sahut Diko. “Kamu Mau ikut….?”
Boy jelas nggak mau melewatkan kesempatan ini.
“B… Boleh….”
Diko tersenyum melihat tingkah Boy.
“Ayo ikuti aku”

Ternyata tempat Diko membeli Jimat itu nggak jauh dari Sekolah. Bangunannya besar berwarna putih, sungguh jauh dari bayangan Boy.

Uniknya lagi bukan mbah-mbah dukun yang menyambut mereka melainkan mbak cantik berpakaian rapi yang Ramah.

3“Hai Diko….., sekarang sudah waktunya ya…?” Tanya gadis itu ramah
“Iya mbak, kemarin aku dapat SMS pemberitahuannya”
“Oke.. kalo gitu langsung naik ke kursinya ya”
Diko mengangguk dan langsung menuju kursi yang dimaksud.

Boy bingung, ia masih belum mengerti apa yang dilakukan Diko.

“Eh… temannya Diko mau donor darah juga ya….? Tanya mbak itu tiba-tiba.
“hah… do.. donor darah..?” Boy terkejut.
“Iya…. Diko itu selalu rajin loh mendonorkan darahnya di sini, di PMI”

Walah…. Ternyata tempat yang mereka datangi itu PMI, Boy nggak menyadarinya karena mereka masuk lewat pintu samping.

“gimana…? Kamu juga mau donor kan?”

Pertanyaan mbak cantik itu membuyarkan lamunan Boy, Dia bingung harus bagaimana.

“Boy belum bisa mbak, Soalnya umurnya belum 17 tahun” Sahut Diko
“Ooh……. Begitu”
Boy mengelap keringat di dahinya “Fiuh… selamet….” #Lega
Diko tertawa melihat ekspresi Boy yang kebingungan.

……………………..[]……………………..

20 menit kemudian Diko dan Boy meninggalkan PMI.
“Ente bohong ya Diko…?! Masa beli jimatnya di PMI…?” Tanya Boy kesal
“Beneran kok, tadi kan kamu lihat sendiri aku membayar Rp. 50.000 untuk jimat itu” jawab Diko.
“iya sih….., tapi mana…? Kok nggak wujudnya….?”
“bilang aja kalau Ente nggak mau berbagi rahasia” ucap Boy kesal.
Diko terbahak-bahak
“Hahaha….. Boy… Boy.., hari gini kamu masih aja percaya dengan jimat”

4

Alis Boy tiba-tiba melengkung, menandakan bingung.
“lah… bukannya tadi Ente yang bilang itu beneran?” Tanya Boy
Diko kembali tertawa
“haha aku kan Cuma bercanda”
“trus uang yang 50.000 tadi itu apa….?”
“ kalau itu sih uang yang aku donasikan untuk PMI” jawab Diko Santai
Alis Boy semakin melengkung
“Tunggu… tunggu……, coba deh jelasin dari awal. Ane kok jadi semakin bingung ya…?”

“oke.. oke….., jadi begini :
Sebagaimana yang kita ketahui, PMI itu adalah sebuah lembaga yang menampung serta menyalurkan darah kepada mereka yang membutuhkan.

Nah Itulah yang aku lakukan tadi.

Lalu kenapa selain menyumbangkan darah aku juga memberikan donasi Rp. 50.000?
Itu karena PMI ternyata punya banyak agenda sosial selain yang berhubungan dengan distribusi darah, seperti bantuan Dapur Umum di lapangan saat terjadi bencana, pelayanan kesehatan, pelayanan ambulans.
Bahkan tidak Cuma itu, PMI juga memberikan pelayanan dukungan psikososial bagi korban terdampak bencana, pelayanan pemulihan hubungan keluarga, pembinaan generasi muda dan relawan, pengolahan air bersih, dan sosialisasi atau diseminasi kepalangmerahan.

Oke… PMI memang benar didukung oleh Pemerintah.
Namun tetap saja kita adalah manusia yang tidak tahu kapan dan dimana bencana akan terjadi. Nah disaat seperti itulah bantuan dari kita sesama masyarakat akan dapat lebih cepat menjangkau mereka yang membutuhkan.

Sebenarnya tidak ada batasan untuk dapat memberikan donasi ke PMI. Uang Rp. 50.000 itu inisiatifku sendiri, bebas berapapun saja bisa. Jadi silahkan saja Sobat memberikan donasi sesuai kemampuan 😀

Boy mengangguk mengerti
“Oke.. oke…. Yang bagian PMI ini Ane ngerti, tapi yang Ane bingungkan apa hubungannya PMI dengan perlakuan baik orang-orang ke Ente?”

Diko tersenyum
“untuk yang satu ini kamu perlu action langsung Sobat :D”
“Cobalah mulai untuk Peduli dan Bantu sesama dan rasakan sensasinya”

Boy terdiam
“jika nanti kamu sudah mulai terbiasa membantu sesama, banyak hal akan berubah” Diko melanjutkan.
“mungkin kamu merasa tidak ada apa-apa yang terjadi, tapi nanti coba lihat dan amati lingkungan sekitarmu. Aku yakin akan banyak hal positif akan terjadi.
Karena itu Ayo Peduli Bantu Sesama.

Boy mengangguk, nampaknya ia mulai paham dengan yang terjadi
“Hmm… jadi intinya semu perlakuan orang ke kita baik atau buruk itu adalah dampak dari yang kita kerjakan ya”
“Bener banget, makanya Ayo Peduli Bantu Sesama 😀 “

“wah… nggak nyangka, hal yang tadinya Ane anggap simpel ternyata luar biasa hebatnya”

5
Boy masih takjub dengan fakta yang baru disadarinya.
“jadi apakah ada cara untuk memberikan donasi kepada PMI selain diberikan secara langsung? Soalnya Ane malu nih ke PMI tapi belum bisa donor darah”

“Tenang Sobat, ada solusinya kok. Kamu bisa mentransfer donasinya ke rekening resmi PMI yang ini :

Bank BCA Kantor Cabang Utama Thamrin,
Nomor Rekening: 206-38-1794-5
a/n PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta.

Bank MANDIRI Kantor Cabang Kramat Raya,
Nomor Rekening: 123-00-17091945
a/n PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta.

Bank DKI Kantor Cabang Utama Juanda
Nomor Rekening: 101-03-17094-7
a/n PMI DKI JAKARTA Panitia Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta.

“Mudah kan..? :D”
Karena itu tunggu apa lagi…?

Ayo Peduli Bantu Sesama dan manfaatkan Bulan Dana PMI untuk menjadi pribadi baru yang Keren 😀

Advertisements

6 thoughts on “PMI & Jimat Tampil Keren

  1. wow… antimainstream ni artikel
    baru tau gw kalau dengan ngasi donasi ke PMI itu bisa jadi kliatan keren 😀 guut…. 😀

  2. paling pinter dikelas atau paling ganteng di sekolah nggak menjamin kalau kamu bakal disukai orang 🙂
    yuk ah kita tampil keren karena berbuat baik 😀

  3. oke kayaknya ini bisa jadi alternatif kalo misalnya ntar saya ndak bisa donor darah. terimakasih infonya masbro

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s