HARI GINI KAMU BELUM JADI KONSUMEN CERDAS?! RUGI SOB..!!


Buat Sobat yang ketika sedang melakukan transaksi di toko online kemudian menemukan penjual yang berbaik hati menurunkan harga barang secara drastis setelah diberikan gombalan seperti komik diatas, Ane sarankan mending batalin deh transaksinya.

Loh kenapa?

Percaya deh  99% kemungkinan yang terjadi kalau transaksinya dilanjutin adalah “Sobat bakalan ditipu”

Eh.. Nggak boleh ‘suudzon’ gitu dong, kan siapa tau pedagangnya emang baik hati.

Aduh.. Sobat, di dunia  maya apa lagi saat berkunjung ke toko-toko online itu kita nggak bisa langsung menilai penjual sebagai seorang yang baik hati atau nggak. Satu-satunya hal yang bisa Ente percaya sewaktu belanja online itu adalah ‘Prinsip jual beli’.

bentar… bisa jelasin maksudnya?

Biar lebih jelas, kita bahas mulai dari dasarnya aja ya

Yups.. silahkan

Sebelumnya Sobat tentu paham dong kalau tujuan terjadinya proses jual beli itu adalah untuk mendapatkan keuntungan. Produsen barang biasanya menjual produknya kepada penjual dengan harga standar yang sama.

Nah.. Penjual yang bisa kita sebut ‘baik hati’ itu adalah mereka yang menjual barang kepada konsumen dengan selisih harga yang tipis dari harga modal (misalkan harga modal handphone bermerk ‘ipul’ RP.9.500.000 juta kemudian dijual dengan Rp.10.000.000)

 Oke….oke Ane paham….

lalu berdasarkan prinsip jual beli diatas,

Apakah Sobat akan beranggapan kalau pedagang yang menjual handphone merk ‘ipul’ dengan harga jauh lebih murah dari harga standar itu adalah pedagang baik? (misalkan harga modal handphone merk ‘ipul’ RP.9.500.000 juta kemudian dijual dengan Rp.9.000.000)

Ng.. sepertinya nggak deh

Kenapa?

Karena dari transaksi itu jelas menunjukkan kalau si penjual bakalan rugi

Jadi kesimpulannya?

Ada 2, antara Dia itu penjual amatir atau Dia berniat menipu

Nah.. kan…. ^_^

Trus… kalau kejadiannya sudah seperti ini bagaimana?

Ane baru sadar menjadi korban penipuan setelah terlanjur mengirimkan uang? Hiks…

Untuk masalah seperti ini ada 2 cara yang harus segera lakukan:

Pertama : Segera datangi bank tempat sebelumnya mentransfer atau bank tempat rekening penjual, kemudian jelaskan permasalahannya, jika waktunya tepat rekening si pelaku bisa saja di blokir.

Kedua : segera laporkan kasusnya ke Polisi lewat http://www.reskrimsus.metro.polri.go.id divisi khusus yang menangi kejahatan online.

Ketiga : setelah gerak cepat melakukan 2 point diatas, langkah selanjutnya Sobat bisa Melaporkan kasus tersebut ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI),  Badan Penyelesai Sengketa Konsumen (BPSK), Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM), Dinas yang menangani Perlindungan Konsumen di Kabupaten/Kota atau Sobat juga bisa mengirim pengaduan via email ke Kemendag, ini nih alamat emailnya “pengaduan.konsumen@kemendag.go.id atau kunjungi langsung websitenya di siswaspk.kemendag.go.id

Apakah dengan melapor uang Ane nantinya bisa kembali?

Kemungkinan itu bisa saja terjadi Sob. Oleh karena itu penting banget untuk segera melaporkan kejadiannya secepat mungkin.

Hiks… sepertinya kita perlu memberitahu pemerintah agar segera membuat UUD yang mengatur keamanan konsumen.

Wah.. Sobat ketinggalan info nih ^_^

Eh.. emangnya kenapa?

Perlu untuk diketahui ya, kalau pemerintah sudah membuat Undang-undang tentang Perlindungan konsumen ini sejak tahun 1999 loh

 Jangan bercanda deh…..

Apa yang Ane bilang ini Benar Sob, di Undang-Undang Perlindungan Konsumen Republik Indonesia Nomor 8 tahun 1999 inilah pemerintah menetapkan apa saja hak dan kewajiban yang dimiliki konsumen.

 Eh… serius..?

Yups… bahkan

dalam pasal ‘4’ point ‘h’ disebutkan kalau Konsumen mendapatan “hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya “

Untuk versi komplitnya Sobat bisa lihat di gambar ini ya:

Trus sekarang bagaimana nasib pesanan Ane? Bukannya Di UUD disebutkan kalau Ane sebagai konsumen berhak mendapatkan kompensasi terhadap barang jika tidak sesuai dengan perjanjian. Berarti pemerintah harus mengganti kerugian yang Ane terima kan…?

Eits.. jangan marah-marah dulu dong Sobat ^_^

Tau nggak…, kebanyakan orang itu seringkali Cuma memperhatikan apa yang menjadi haknya saja, sedangkan hal-hal yang menjadi kewajibannya malah diabaikan.

Eh..

Dalam UUD Pelindungan Konsumen nomor 8 tahun 1999 pasal ‘5’ poin ‘a’ ini juga disebutkan mengenai kewajiban konsumen. Salah satunya adalah “Membaca atau mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang dan/atau jasa, demi keamanan dan keselamatan;

Nah… disinilah poin pentingnya, Kasus yang Sobat alami sebenarnya itu kan terjadi karena mengabaikan informasi tentang harga standar dari barang yang diperjual belikan.

Glek…!

Selain itu, sekalipun penipuan tersebut bukan sepenuhnya kesalahan Kamu pemerintah tetap tidak punya kewajiban untuk mengganti transaksi itu. lagian coba deh Sobat pikirkan,  masa yang melakukan penipuan si A lalu si B yang nggak terlibat malah disuruh mengganti? Apa kata dunia..?!

Hehehe… benar juga sih.

Oke deh Ane ngaku, waktu itu memang ‘KALAP’. Habisnya siapa coba yang nggak tertarik untuk mendapatkan smartphone canggih dengan harga murah.

Hahaha kalau saran Ane ya, di dunia online itu kita harus berpikir kritis Sob. Jadi nanti kalau menemukan penjual yang memberi penawaran jauh lebih murah dibandingkan harga standar Sobat jangan keburu ‘kalap’, justru kewaspadaan yang harus ditingkatkan. Itulah yang kini dimaksud dengan “KONSUMEN CERDAS DI ERA DIGITAL”.

Si KONCER

Konsumen Cerdas…?

Yups… Direktorat Pemberdayaan Konsumen saat ini sedang gencar untuk mensosialiasikan kampanye “KONSUMEN CERDAS DI ERA DIGITAL” untuk menimalisir kerugian yang dialami konsumen saat berbelanja online. untuk info lanjutnya Sobat bisa mengunjungi http://www.harkonas.id/

‘Lebay’ ah,

Loh kok malah dibilang ‘Lebay’..?

Habisnya yang melakukan belanja online kan paling Cuma segelintir orang aja, kan sayang pemerintah malah buang-buang anggaran untuk melakukan sosialisasi.

Hohoho ini nih salah satu contong anggapan yang keliru.

Tau nggak Sob, kalau ditahun 2017 kemarin penetrasi belanja bisnis online di Indonesia itu mencapai 75 triliun.

Kenapa itu bisa terjadi?

Jawabannya simpel, karena yang gemar melakukan aktifitas belanja online itu bukan hanya Sobat aja, diluar sana ada 24,7 juta (dan akan terus bertambah) orang Indonesia yang juga hobi belanja online.

SERIUS..?!

Yups…

Gilaaa…..!

Nah dengan perputaran uang sebesar itu tentunya akan memancing oknum-oknum tak bertanggung jawab mengambil kesempatan. Nah… Untuk mencegah itu Pemerintah melalui Badan Perlindungan Konsumen Nasional berusaha membekali Konsumen dengan Jurus KonCer (Konsumen Cerdas) agar dapat melakukan kegiatan jual beli di dunia online maupun offline dengan nyaman.

Woaa… mau tau dong apa aja jurusnya

Yakin nih Beneran mau tau..?

Iya….!

Karena Ane blogger yang baik dan rajin menabung  Ane akan bagi jurus-jurusnya untuk Sobat sekalian. cekibrot…:

Jurus KonCer 1:  Teliti sebelum membeli

Memperhatikan label SNI

Label SNI adalah bukti jika produk tersebut telah melewati serangkaian pemeriksaan sebelumnya hingga kemudian dianggap layak untuk dijual kepada masyarakat Indonesia. Label SNI juga merupakan jaminan mutu, karena nggak mudah loh untuk mendapatkan label ini.

Memperhatikan tanggal kadaluarsa

Aksi ini wajib hukumnya dilakukan untuk produk makanan, kenapa? Karena nggak jarang dalam produk pangan yang beredar bebas saat ini terdapat produk yang basi/rusak. Nah… kalau sobat selalu ingin sehat nggak ada salahnya meluangkan sedikit waktu untuk memeriksa tanggal kadaluarsa sebuah produk.

Memperhatikan label Halal MUI.

Untuk Sobat yang muslim, memeriksa label yang satu ini juga wajib hukumnya, karena dikhawatirkan jika menggunakan produk pangan atau olahan tanpa label Halal MUI nilai ibadah kita berkurang atau bahkan hilang.

Memperhatikan Rating, Review, Rekomendasi dan Kualitas penjual

Kalau tips yang satu ini biasanya digunakan untuk Jual beli online ya Sob, jadi ketika Sobat menemukan penjual yang menawarkan produk keren namun harga miring sebaiknya jangan langsung percaya. Cobalah luangkan waktu sejenak untuk memeriksan Review dan kualitas penjual biar Sobat nggak terjebak dalam penipuan.

Jurus KonCer 2: Belanja sesuai kebutuhan bukan keinginan

Hayo ngaku!

Selama ini Sobat pasti sering gagal fokus saat berbelanja online, iya kan..?!

Jujur saja banyaknya pilihan yang membuat Ane sering kalap mata, tapi setelah menyadari betapa nggak berfaedahnya aktifitas seperti itu membuat Ane kemudian bertobat. Bayangkan aja Sob uang yang harusnya bisa dipakai untuk biaya makan sebulan malah habis dipakai dalam 1 minggu Cuma gara-gara tertarik dengan barang yang sebenarnya nggak terlalu dibutuhkan.

Tips:

  1. Sebelum berbelanja (online/offline) mantapkan niat Sobat, dan fokus pada barang yang menjadi kebutuhan utama. Ekhem… kalau mau Sobat juga bisa kok menerapkan tips seperti yang ada di komik tadi, hehehe….
  2. Pastikan dalam membeli barang barang Sobat nggak mengabaikan K3L (Kesehatan, Keselamatan, Keamanan dan Lingkungan)

Jurus KonCer 3:  Cinta Produk Lokal

Tau nggak Sob kalau saat ini banyak sekali produk dan merk lokal bisa menembus internasional, itu artinya produk dalam negeri telah diakui kualitasnya oleh dunia. Nah.. kalau sudah begitu kenapa pula kita harus bangga dengan produk impor kalau ternyata produk lokal juga berkualitas?

Yuks mulai sekarang bangga menggunakan produk lokal untuk membuat perekonomian indonesia lebih baik.

Mantap jurus-jurusnya ternyata mudah diaplikasikan

Jangan lupa dibagikan ke teman-teman yang lain ya, agar semakin banyak yang paham dengan sosialisasi Konsumen Cerdas.

Eh.. Sosialisasi Konsumen Cerdas ini sudah dilangsungkan sejak tahun lalu kan?

Yups.. bahkan dari tahun sebelumnya juga

Tapi kok ane dengar masih banyak aja kasus dimana konsumen yang menjadi korban dari aktifitas belanja online

Pertanyaan bagus nih, ada dua hal yang menyebabkan hal seperti itu terjadi.

Alasan Pertama: Banyak Konsumen yang tidak mengadukan kejadian merugikan yang dialaminya.

Sobat akan mendapat gambarannya dengan melihatnya info grafik yang dibuat Kemendag berikut:

Tidak melakukan pengaduan dengan Alasan “Kerugian yang dialami tidak besar, Mengenal penjualnya dll” mungkin terdengar ‘familiar’ dalam kehidupan sehari-hari, tapi apakah kita sadar dengan melakukan hal seperti itu malah akan membuat pelaku terus mengulangi perbuatannya sehingga semakin banyak korban baru yang bermunculan.

Solusinya: Berani Mengadu!

Alasan Kedua: Jumlah Lembaga Perlindungan Konsumen masih Sedikit dan nggak Merata.

“Bagaimana mau mengadu jika tempat mengadunya nggak ada?”

“Apa yang mau dikerjakan kalau yang mengadu nggak ada?”

Hahaha…  dua poin yang menjadi permasalahan pengaduan ini memang terkait satu sama lain, karena itu semoga dengan gencarnya perayaan HARKONAS masyarakat akan semakin sadar dan peduli dengan kepentingan bersama.

HARKONAS itu apa ya?

HARKONAS itu adalah singkatan dari Hari Konsumen Nasional yang dirayakan setiap tanggal 20 April. Adapun penetapan tanggal 20 april sebagai HARKONAS didasarkan pada tanggal penerbitan Undang-Undang No.8 tahun 1999 tentang perlindungan Konsumen.

terus manfaat dari perayaan HARKONAS itu apa sih?

Lagi-lagi pertanyaan yang keren, Ada Dua hal yang menjadi inti dari perayaan HARKONAS ini Sob:

  • Memberikan kesadaran kepada masyarakat sebagai konsumen akan hak dan kewajibannya.
  • Memberikan kesadaran kepada masyarakat sebagai konsumen mereka punya andil besar untuk mendorong daya saing produk dalam negeri.

Wow…! Ternyata tujuan diadakan perayaan HARKONAS itu keren ya

Pastinya

Eh… kalau boleh kasi saran menurut Ane ada 2 cara yang mungkin efektif dan bisa dicoba oleh Direktorat Pemberdayaan Konsumen untuk membangkitkan kesadaran masyarakat/

Apa itu?

Berikut 2 saran Ane untuk Direktorat Pemberdayaan Konsumen

  1. Direktorat Pemberdayaan Konsumen Harus sering mengabarkan/mengupload berita tentang keberhasilan menangani kasus kerugian konsumen. Contoh : setelah melapor dan dibantu oleh YLKI, sejumlah dana konsumen yang hilang berhasil dikembalikan. tujuannya agar masyarakat yakin akan mendapatkan manfaat jika melakukan pengaduan.

  2. Menyampaikan info/berita keberhasil tersebut dengan cara yang menarik

Sip deh, semoga nanti saran-saran tersebut bisa di coba dan sukses

Aamiin aamiin.

Nah… dari artikel ini Sobat sekarang tentunya semakin paham kenapa menjadi “KONSUMEN CERDAS DI ERA DIGITAL” itu Sangat penting.

Pastinya

Karena itu Ayo mulai sekarang terapkan Jurus KonCer ketika bertransaksi untuk kebaikan sendiri dan kebaikan bersama.

 

……………………………….

Semoga artikel ini bermanfaat ya Sob

Salam Blogger dan Salam HOKI

 

 

 

 

 

Advertisements

28 thoughts on “HARI GINI KAMU BELUM JADI KONSUMEN CERDAS?! RUGI SOB..!!

    1. sejujurnya Ane juga baru tau kemaren hehehe, selama ini memang cuma ngandelin polisi doang ternyata ada juga lembaga lain yang menangani permaslahan konsumen seperti ini. semoga kedepan makin aktif dan terbukti ya kehebatan lembaga ini. aamiin

  1. aq setuju sama sarannya, selama ini aq memang jarang ngeliat pemerintah atau lembaga konsumen posting tentang keberhasilannya menangani masalah penipuan online. semoga benar terealisasi yaa

  2. keren sebagaimana mana biasanya, eh tapi kayaknya ada kata yang kurang tuh di bagian jurus Koncernya yang pertama, pas cek label kadaluarsa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s