Resolusi Tahunan Kamu Gagal? Salahkan Orang ini..!!!


Resolusi 2019 dan Orang yang Menggagalkannya

Membuat resolusi buat sebagian orang memang sudah menjadi agenda yang tak boleh dilewatkan di awal tahun, begitupula dengan saya.

Hanya sekedar iseng…? Oh tidak, Tentunya ada hal-hal baik dong yang membuat saya melakukan hal ini. yups…  sebagaimana saran dari orang-orang sukses, menulis resolusi adalah salah satu cara terbaik untuk menangkap target yang ingin dicapai. Alasannya simpel, karena dengan menulis resolusi kita jadi memiliki pedoman kerja.

Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Resolusi saya untuk tahun 2019 ini tidak banyak, hanya satu yaitu mengalahkan ‘Dia” yang selalu menggagalkan terwujudnya impian saya.

Terlihat aneh ya…?

Sobat mungkin berpikir kalau saya hanya mencari ‘kambing hitam’ atas kegagalan terwujudnya resolusi di tahun 2018. Eits… Anda Salah Sobat, karena faktanya memang ada peran serta seseorang dibalik kegagalan saya.

Tak percaya? Ini dia pelakunya….

Orang yang Menggagalkan Resolusimu bernama “Aku”

Yups..

Sobat tidak salah membaca, karena memang orang yang paling pertama menggagalkan terwujudnya resolusi adalah ‘aku’

Eh.. kok bisa? Bagaimana hal itu bisa terjadi?

Sebenarnya penjelasannya sangat mudah kok,

Jadi ketika keinginan Sobat untuk mendapatkan/melakukan sesuatu muncul maka disaat itu pula orang bernama “aku” itu juga hadir (dalam pikiran). Tak hanya satu, ia bahkan bisa datang secara bergerombolan, sesuai dengan kondisi Sobat saat itu.

Misalkan jika Sobat ingin berolahraga maka yang muncul dalam pikiran adalah:

  • -Aku yang gemar menunda
  • -Aku yang malas
  • -Aku yang selalu mengeluh

Mereka semua itu akan terus berusaha menghalangi dengan berbagai cara agar keinginan Sobat untuk berolahraga hilang.

Masih teringat jelas beberapa waktu yang lalu saat saya berkeinginan untuk meng’upgrade’ skill desain dengan mengikuti kursus, namun setiap kali memikirkan itu selalu saja ada bisikan yang berkata “biaya kursus itu mahal” atau “kursus tidak menjamin kamu akan naik level”. Akhirnya saya mengurungkan niat untuk kursus.

Ah… seandainya saat itu saya sudah mengenal DUMET School pasti bisikan dari si “Aku” bisa saya abaikan karena faktanya DUMET School juga memberikan beberapa materi kursus gratis dan alumninya pun banyak yang sukses. Klik disini untuk melihat testimoninya

Tips Jitu Mengalahkan “Aku”

Oke… Saya akui kalau “Aku” itu adalah musuh yang tangguh, tapi walau begitu bukan berarti dia nggak bisa dikalahkan.

Akhirnya setelah bergelut, bertarung, bertanding  dengannya saya akhirnya menemukan 3 tips jitu untuk mengalahkannya agar resolusi tahunan kita bisa terwujud, tak usah berlama-lama ini dia tipsnya:

Tips jitu 1 : buat skala prioritas

Usahakan untuk awalnya buat dulu Resolusi yang paling utama dan masuk akal untuk Sobat dapatkan. Artinya jangan langsung berharap ingin mendapatkan mobil kalau saat ini masih sulit untuk mendapatkan motor.

Eitss… jangan salah ya, ini bukan berarti membatasi impian Sobat, hanya saja jika impian terlalu tinggi akan lama untuk diwujudkan hingga membuat si “Aku yang pesimis” mematahkan impian Sobat.

Jadi baiknya pecah dulu mimpi besarmu menjadi lebih kecil agar lebih mudah untuk diwujudkan.

Tips jitu 2 : berikan penghargaan untuk Diri Sendiri

Sobat perlu tahu nih, menurut peniliti dengan memberikan penghargaan kecil tapi sering pada diri sendiri itu bisa meningkatkan motivasi loh. Karena itu jangan pelit kepada diri sendiri, cobalah berikan apresiasi di setiap pencapaian yang didapatkan.

Tidak perlu mahal, semangkuk bakso misalnya untuk keberhasilan mengikuti tantangan menulis artikel, atau contoh yang terbaik seperti menghadiahkan diri untuk ikut kursus di DUMET School setelah berhasil memenangkan lomba blognya.

Simpel kan…? ^_^

Tips jitu 3 : Lingkungan yang Positif

Sehebat-hebatnya tipu daya si “Aku” pasti akan kesulitan menembus lingkungan yang positif. Artinya penting sekali berada bersama teman-teman yang berpikiran optimis dan positif agar motivasi Sobat  untuk mewujudkan resolusi tetap terjaga.

Nah.. kabar baiknya, jika kebiasan positif Sobat sudah tertanam kuat bukan tidak mungkin jika nanti justru si “Aku” yang akan terpengaruh, jadinya nanti dia yang akan selalu mengajak Sobat untuk maju.

Jadi gimana? masih mau kalah sama si “Aku”? atau jadikan si “Aku” partner yang menemani berjuang? Yuk ah mulai action dari sekarang!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s